harga ac indoor bekas

Tips merawat dan memperbaiki AC rumah Pertama kali tinggal di Bintaro, saya sering menerima brosur mengenai perawatan AC, mulai dari berbentuk amplop, leaflet hingga brosur berlaminating yang bisa digantung. Sebenarnya agak curiga sih dengan sangat banyaknya brosur perawatan AC yang masuk hampir setiap hari ini. Cuman, karena saking seringnya, dan karena harga yang ditawarkan standard Rp 25.000- per pencucian, akhirnya setelah beberapa bulan memakai AC saya memutuskan untuk memanfaatkan jasa perawatan AC ini. Seperti biasa, trik yang dilakukan adalah menelpon beberapa penyedia jasa menanyakan biaya untuk perawatan AC -tentunya yang dipilih yang alamatnya ‘dekat’ dari rumah. Akhirnya saya memilih penyedia jasa yang terkesan professional -paling tidak respon saat ditelepon sangat bagus. Singkat kata si penyedia jasa datang, dan sangat mengejutkan karena selain tidak berseragam, si tukang servis AC ini cenderung bergaya preman. “Pak kalau cuci AC aja bisa kan?” (konfirm karena di telpon si petugas bilang bisa dan biayanya 25rb)
“Wah ga bisa pak, ini freonnya harus diganti, percuma kalau dicuci” (what, padahal ini AC baru) “Oh gitu, ga usah diganti pak, dicuci aja” “Engga bisa pak, coba lihat ini, freonnya bocor” (sambil membuka pipa sehingga muncul busa) “Tuh pak, kalau gini artinya bocor, percuma kalau dicuci saja” (sekali lagi menunjukkan tanda memaksa) Akhirnya karena tidak ada titik temu, saya batalkan acara perawatan AC itu. Si tukang servis, mulanya memaksa untuk membayar biaya charge sebesar 25rb (what, preman abis), walau akhirnya kami hanya memberi uang rokok 10rb. Belajar dari pengalaman di menghubungi jasa seperti ini, maka kami memutuskan untuk menghubungi jasa service AC yang memiliki kantor fisik. Pilihan jatuh ke Rumah AC -letaknya di depan STAN Bintaro. Ternyata hasilnya sangat bagus. Biayanya relatif lebih mahal 35rb, tapi petugasnya berseragam dan ‘jujur’. Menurut petugas dari Rumah AC, ternyata Freon kami tidak perlu diganti -karena masih bagus dan dingin.
Beberapa kali puas menggunakan jasa Rumah AC, akhirnya suatu hari si AC ini bermasalah lagi, putaran AC indoor-nya lemah. Langsung kami panggil Rumah AC lagi. Menurut saran dari petugas rumah AC ternyata motor AC kami lemah, standar karena Panasonic yang kami miliki produk lokal. Sarannya motor AC-nya diganti, total sekitar 700rb. Tidak lupa si petugas dengan ‘baiknya’ menyarankan agar membeli komponen motor AC-nya langsung di service resmi di Panasonic Center di BSD. Perkiraan harga motor AC-nya 400rb. (ini contoh ‘kejujuran’ si petugas) Singkatnya, kami menghubungi service center resmi Panasonic tersebut. Tarifnya memang relatif mahal, biaya home visit 15rb, biaya service 125rb. Tapi karena penasaran, maka kami menggunakan jasa resmi tersebut. Hasilnya ternyata kami tidak perlu mengganti Motor AC, cukup mengganti kapasitor AC seharga 11rb. 1. Service Resmi Panasonic, merupakan orang yang paling pintar, paham dan menguasai best practices seputar AC Panasonic dengan baik.
Bahkan mereka yang sudah lama bermain dengan AC, seperti Rumah AC bisa jadi salah mendiagnosa. Sama seperti masalah kesehatan, third party opinion itu pentinghow to remove freon from car ac unit 2. Bahkan Toko Penjual AC bisa jadi salah, setelah di review oleh Service Resmi Panasonic, ternyata ada beberapa pemasangan AC kami yang salah. fan coil unit smellSeperti jarak antara AC dan plafon yang terlalu dekat.standing ac unit pc richards 3. Rawatlah AC secara rutin, teorinya 3 bulan sekali, kalau keberatan ya paling tidak disesuaikan dengan frekuensi penggunaan dan kondisi rumah. Written by Anjar Priandoyo March 11, 2010 at 10:32 pmLooking for versatility from your air conditioning? Our allow up to 8 indoor units to be connected to just one outdoor unit.
This improves both outdoor space and external aesthetics, and makes for an economic multi-room solution. MXZ-2D52VA - 2 head/5.2 kW 5.2 kW cooling / 6.1 kW heating capacity Versatile: Choose from different types indoor units (wall-mounted, floor console, ceiling cassette or bulkhead concealed) Connect up to two indoor units to one outdoor unit Compact outdoor unit saves space MXZ-2E52VAD - 2 head/5.2 kW MXZ-3E54VAD - 3 head/5.4 kW 5.4 kW cooling / 7.0 kW heating capacity Connect up to three indoor units to one outdoor unit MXZ-4E71VAD - 4 head/7.1 kW 7.1 kW cooling / 8.0 kW heating capacity Connect up to four indoor units to one outdoor unit MXZ-4E80VAD - 4 head/8.0 kW 8.0 kW cooling / 8.8 kW heating capacity Versatile: pick the model best suited to your interior design. Choose from different types of indoor units (wall mounted, floor console, ceiling cassette, ceiling concealed, bulkhead concealed or ceiling suspended)
MXZ-5E100VAD - 5 head/10.0 kW 10.0 kW cooling / heating capacity Connect up to five indoor units to one outdoor unit MXZ-6E120VAD - 6 head/12 kW 12 kw cooling / 13.2 kW heating capacity Connect up to 6 indoor unitsChoose from different indoor units (wall mounted, floor console, ceiling cassette, ceiling concealed, bulkhead concealed or ceiling suspended) MXZ-8C140/160VAMD - 8 head - 14/15.5kW 14.0 kW cooling / 16.0 kW heating capacity (MXZ-8C140VAMD) 15.5 kW cooling / 18.0 kW heating capacity (MXZ-8C160VAMD) Connect up to 8 indoor units to one outdoor unitChoose from different indoor units (wall mounted, floor console, ceiling cassette, bulkhead concealed or ceiling concealed) Guaranteed Operating Range: Cooling -5ºC ~ +46ºC; Heating -20ºC ~ +21ºCInspirasi - Kisah Humanis - "Jika Mau Berusaha, Rezeki Pasti Dapat" "Jika Mau Berusaha, Rezeki Pasti Dapat"Dengan bermodalkan tekad dan semangat untuk maju, Malik merintis usahanya.
Dari awal yang hanya memberikan jasa service kini Malik sudah bisa merambah ke usaha perakitan Water Chiller. awalnya perpindahan warga dari Kapuk Muara ke Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng tidak seluruhnya memberikan hikmah yang positif bagi warga. Muara yang terkena program normalisasi Kali Angke yang dilakukan oleh Pemda DKI Jakarta ini pada umumnya sudah memiliki pekerjaan di dekat rumahnya di KapukDengan kepindahannya ke Perumahan Cinta Kasih, otomatis  biaya transportasi mereka bertambah, dan jarak tempuh menuju tempat bekerja pun semakin jauh. inilah yang dialami oleh Malik pada awal menghuni Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng, Jakarta Barat di blok A13 lantai 3. Malik yang bekerja sebagai seorang teknisi Air Conditioner (AC) pada tahun 2003 rumahnya terkena program normalisasi Kali Angke dan pindah ke Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi.  tersebut membuatnya sering telat dikarenakan jarangnya transportasi yang melewati Perumahan Cinta Kasih pada saat itu.
Setelah berpikir panjang, Malik pun memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya dan berusaha untuk berdikari memulai usaha sendiri tentunya tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Nasib yang membawanya ke Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi membuat dirinya pusing tujuh keliling bagaimana caranya untuk  menafkahi keluarganya. sahabat-sahabatnya yang bekerja sebagai teknisi AC, Malik pun mendapatkan beberapa panggilan untuk melakukan service ke beberapa pelanggan. jika hanya mengandalkan bantuan dari teman-temannya saja, kehidupan Malik tentunya akan kembang-kempis karena dalam seminggu saja belum tentu setiap hariMalik pun hilir mudik dari Perumahan Cinta Kasih ke tempat teman-temannya untuk mencari orderan.“Pada saat 2003 – 2006, saya jarang ada di rumah karena bingung mau buat apa di Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi ini, nggak ada aktivitas sama sekali. Karena lingkungannya masih sangat baru sehingga keadaan sepi sekali. Bahkan antar tetangga saja tidak saling kenal,
karena dulu dapat rumah karena diundi, jadi yang tetangga belum tentu sama-samaSehingga mau buat terobosan apa juga bingung. keluar ngandalin panggilan untuk jasa servis saja,” kenang Malik. yang sering dikatakan dalam petuah orang Melayu: Bekerja keras sepanjang hidup, membanting tulang, berkeringat darah, berlumur cobaan berat. menyerah tidak akan dapat tempat di singgasana raja.  Hal inilah yang dipraktikkan oleh Malik. sela-sela waktu senggangnya ketika tidak melakukan service, Malik pun mencari kesibukan lainnya. sudah mulai ada, tadinya jasa ajaJadi kalo hanya mengandalkan jasa, kalo nggak ada orderan kan vakum. Saya pun mencoba selingan usaha sambil mengisi waktu luang ketika tidak ada orderan,” terang Malik.  Dengan sistem trial dan error serta modal seadanya, ia membeli sebuah AC indoor bekas untuk direparasi. Setelah berhasil dibetulkan, ia pun mulai menjual  AC indoor second tersebut. Selain itu, Malik juga mencoba merakit sebuah mesin water chiller (mesin pendingin) dengan memanfaatkan bahan sisa-sisa
dari AC indoor untuk pendingin ini sendiri ia dapat dari pengalamannya selama memberikan service ke pabrik-pabrik langganannya.  “Dulu waktu masih kerja sering perbaiki mesinKita belajar dari trouble yang sering muncul, lama-lama jadi tahu cara kerja sistem untuk mesin chiller. Sekarang sudah dipelajari rusak dimana saja dan materialnya terdiri apa saja, jadi sekarang bisa merakit sendiri. Rata-rata barang yang sudah kita perbaiki kita jual ke pabrik,” terang Malik . bertambahnya orderan water chiller dan AC indoor second, Malik pun mulai mencari sebuah tempat untuk menjadi gudang sekaligus wadah untuk ia memperbaiki AC dan merakit water chiller. Beruntung di dekat rumahnya terdapat sebuah lapak dagang milik Ketua RT setempat yang sudah tidak digunakan dan Malik pun meminjam lokasi tersebut  hingga saat ini.Di sela-sela waktu senggangnya ketika tidak melakukan service, Malik pun mencari kesibukan lain, yaitu merakit Water Chiller.
mengenai AC indoor second-nya yang murah tapi berkualitas mulai terngiang di telinga teman-teman sesama teknisi, mereka pun banyak yang tertarik untuk membeli AC indoor yang telah diperbaiki oleh Malik. Begitu juga dengan water chiller rakitannya, banyak pabrik-pabrik plastic yang meminta pelayanan service pada mesin water chiller mereka, bahkan ada juga yang memesan untuk menggantikan water chiller mereka yang rusak. mendapat angin kebaikan, pada tahun 2005, Perumahan Cinta Kasih sudah mulai ramai dikelilingi oleh pembangunan perumahan baru dan apartemen-apartemen. pun sudah mulai ada dan kian ramai. “ Pada tahun 2005, sudah ramai pembangunan rumah dan apartemen, permintaan untuk pemasangan AC dan service juga mulai bertambah, tetapi porsinya masih kecil dan lebih banyak porsi permintaan dari teman-teman rekan teknisi AC. Pokoknya pada masa itu sudah prioritas dijual-beli sparepart AC dan perakitan water chiller,”Area untuk layanan service
AC yang digeluti juga semakin jauh, hingga ke daerah Bandara Internasional Tepat di tahun 2006, Malik pun sudah mantap menambah usaha baru, yaitu memperbaiki AC indoor second , merakit water chiller dan menjualnya kembali sembari melakukan layanan service. Di tahun tersebut, Malik juga sudah berani untuk mempekerjakan beberapa orang untuk membantunya melakukan service AC dan membantu memperbaiki AC yang masih bisa diperbaiki. itu, Malik juga mulai merambah usahanya menjadi penjual sparepart AC di depan Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng,Di toko berukuran 4x3 m itu, Malik menjual aneka sparepart AC baru dan juga AC indoor second yang telah diperbaiki. untuk orderan service AC kita sudah jarang, lebih banyak sekarang adalah orderan untuk mesin chiller dari pabrik-pabrik dan mesin pendingin lainnya.  untuk service AC juga banyak, tetapi tidak ke-handle, fokus ke orderan dulu,” jelas Malik.  lagi fokus untuk pembuatan mesin chiller.